Moeldoko Laporkan Majalah Tempo, Ada apa?

Moeldoko Laporkan Majalah Tempo, Ada apa?

Moeldoko Laporkan Majalah Tempo, Ada Apa? – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengajukan keluhan terhadap Majalah Tempo, menuduh mereka lakukan arogansi jurnalistik dan tendensius dalam liputan. Ya, berkenaan upayanya merawat pengguna slot server thailand kendaraan listrik Wuling agar mencukupi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Moeldoko Laporkan Majalah Tempo, Kenapa?

Dalam laporan yang di ajukan ke Dewan Pers, Moeldoko mengutarakan ketidakpuasannya terhadap sikap Majalah Tempo yang di nilainya tidak independen.

Menurut Moeldoko, Majalah Tempo, baik dalam edisi daring yang terbit pada 24 Desember maupun edisi cetak 25-31 Desember, melanggar kode etik jurnalistik dengan menampilkan sampul berjudul “Beking Mobil Listrik Wuling.”

Sampul ini tunjukkan muka Moeldoko yang sedang memegang pengisi energi mobil listrik. Laporan selanjutnya menyebutkan bahwa Moeldoko di anggap mengintervensi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Untuk pengaruhi pemakaian alat pengisi baterai mobil listrik yang tidak cocok standar.

Moeldoko menyebutkan bahwa pandangan Majalah Tempo terhadapnya keliru. Sebagai Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), dia memperjuangkan hak pengguna kendaraan mobil listrik, lebih-lebih brand Wuling, agar dapat memanfaatkan kendaraan listrik dengan standar SNI.

Baca Juga: Mahkamah Agung: Peran Vital Jurnalis dan Keterlibatan Media Massa

Pengajuan SNI untuk pengisi energi model GBT, menurut Moeldoko, adalah perihal biasa dan tidak di tujukan untuk menukar pengisi energi model CCS yang pas ini lebih lazim di gunakan.

Moeldoko tunjukkan kekecewaannya terhadap asumsi investigasi Majalah Tempo yang di anggapnya tendensius dan menyudutkan.

Dia membatasi perihal selanjutnya sebagai wujud arogansi jurnalistik yang lebih-lebih cenderung brutal dan kehilangan independensinya.

“Dalam pandangan mereka, menurut saya, ini merupakan wujud arogansi jurnalistik, lebih-lebih menuju ke tendensi brutal dan kehilangan independensi,” tegas Moeldoko.

Lebih lanjut, Moeldoko memastikan bahwa setiap ketetapan dan kebijakan yang di ambil bersama Periklindo punya tujuan untuk keuntungan konsumen mobil listrik di Indonesia.

Upayanya untuk memastikan bahwa kendaraan listrik, lebih-lebih brand Wuling. Mencukupi standar SNI adalah cara yang di ambil untuk merawat hak-hak pengguna. Dan juga menopang perkembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air.

Avatar admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Liyana Parker

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.